Sesungguhnya manusia telah memilih bagaimana akhir kehidupannya. Dan pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupannya. Sebagaimana ia menjalani kehidupannya seperti itulah kemungkinan besar ia akan menghadapi kematiannya. Karena sesungguhnya dengan menjalani kehidupan berarti kita sedang berjalan menuju kematian kita
Selasa, 05 Januari 2010
ASA DI MALAM SUNYI
Di perpaduan malam kuterlena dengan kesunyian terasa asa dan gelisah yang terasa membalut ridu terlalu dalam, bersandar pada keheningan yang menemai selalu, memandang langit terasa pilu terdengan suara jeritan hati yang menggema dalam sanubari. Kuadukan semuanya dalam dekapam hangat kasihmu, selalu saja hati tak kunjung reda dalam kesendirian terus dan terus ku adukan dalam kasinya, YaAllah akankan hati ini selalu gelisah mengharap kasih mu yang tak sanggup aku menebusnya, dan diripun tak kunjung bangun dalan lenanya. Waktu demi waktuku melangkah tanpa tujuan yang pasti dalam hidup ini . Hanya sepi yang kurasa untukku pilu hati tanpa kata, hanya satu yang di fikirkan akankah jasad ini mendapatkan malam-malan yang indah dalam munajat kepadamu? yang membuat diri selalu bersyukur tanpa rasa asa dan gelisah lagi. Akan ku coba terus dan belari untuk meraih Ridhomu yang selalu kuharap dalam hidup ini, hanya satu tujuan hidupku untuk mendapat redhomu yang begitu kuharapkan agar diri ini tak ada rasa cemas dan gelisah dalam hidup.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
“Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang Telah kami berkahi s...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar